Hadiah Terbaik untuk Ibu yang Dianjurkan Rasulullah SAW

1 min read

Sedekah untuk Ibu karena Allah
sumber gambar: https://rumaysho.com/

Hadiah untuk Ibu – Rasulullah SAW dalam sebuah hadits bersabda tatkala ada seorang laki-laki yang bertanya tentang kedua orang tuanya, Rasulullah SAW menyebut ‘ibumu’ sebanyak tiga kali, baru kemudian beliau menjawab ‘bapakmu’ (Al hadist muttafaqun alaih).

Jelas bahwa sosok Ibu memiliki kemuliaan yang paling utama. Bakti seorang anak kepada Ibu tak akan pernah sebanding dengan segala pengorbanannya di dunia. Ibu adalah malaikat tanpa sayang yang dianugrahkan oleh Allah untuk kita di dunia.

Maka jagalah hubunganmu dengan Ibu, Sayangilah beliau agar segala pintu berkah bisa terbuka lebar. Doakan Ia sepanjang hidup agar Ia bahagia di dunia dan di akhiratnya kelak. Sisihkan sebagian hartamu sebagai hadiah terbaik yang pernah kau berikan kepada Ibu.

Rasulullah SAW menganjurkan agar bersedekahlah atas nama Ibumu sebagai hadiah terbaik bagi Ibu mu di dunia. Pahala berlimpah akan senantiasa mengalir baginya.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma :

أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أُمّـِيْ افْـتُـلِـتَتْ نَـفْسُهَا (وَلَـمْ تُوْصِ) فَـأَظُنَّـهَا لَوْ تَـكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَـهَلْ لَـهَا أَجْـرٌ إِنْ تَـصَدَّقْتُ عَنْهَا (وَلِـيْ أَجْـرٌ)؟ قَالَ: «نَعَمْ» (فَـتَـصَدَّقَ عَـنْـهَا).

Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira jika ia bisa berbicara maka ia akan bersedekah, maka apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya (dan aku pun mendapatkan pahala)? Beliau menjawab, “Ya, (maka bersedekahlah untuknya).”[1]

Hadiah Terindah untuk Ibu di Surga adalah Sedekah Jariah

Selama ini banyak yang mengira bahwa hadiah terbaik untuk ibu haruslah hadiah yang mewah dan berharga mahal. Padahal, hal ini tidak selalu benar adanya. Jika dibanding dengan memberikan benda-benda berharga mahal kepada ibu, kita lebih baik memberikan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan atas nama ibu kita.

Akan lebih baik jika harta yang kita miliki disedekahkan berupa sedekah jariyah, dengan niat sedekah jariyah untuk ibu kita. Dengan bersedekah akan jauh lebih baik jika membelikan ibu hadiah berupa barang-barang mahal, yang bisa jadi nilai kebermanfaatannya belum tentu ada.

Seperti yang kita ketahui bersama, amalan sedekah jariah merupakan amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun orang yang memberikannya sudah meninggal dunia. Selama apa yang disedekahkan masih berguna dan bermanfaat untuk orang lain, maka orang yang bersedekah akan terus mendapatkan pahala.

Sedekah jariyah, pada dasarnya tidaklah selalu dengan sesuatu yang memerlukan biaya yang besar. Sedekah jariyah bisa dengan sesuatu yang sederhana seperti buku kitab-kitab, Al-Quran, dan buku yang bermanfaat lainnya untuk diberikan kepada orang-orang ditempat orang-orang menimba ilmu.

Tidak hanya itu, sedekah jariah lainnya yang begitu sederhana namun sangat bermanfaat adalah sedekah ilmu yang bermanfaat, seperti cara mengaji, cara membaca, tata cara shalat, dan berbagai macam ilmu bermanfaat lainnya. Itulah hadiah terindah untuk ibu yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Bersedekahlah semata-mata karena Allah SWT, niatkan untuk ibu dan yang paling penting adalah keihlasan kita hanya semata-mata untuk Allah SWT.

Kita dapat menyedekahkan apa saja selagi bisa bermanfaat untuk kehidupan orang lain dan berasal dari harta yang halal. Bila miliki rezeki yang berlebih, bangunlah rumah ibadah atas nama Ibumu, agar Ibumu mendapat hadiah istimewa dari Allah SWT yaitu rumah di surga-Nya.

 

[1]. Shahîh, HR al-Bukhari (no. 1388), Muslim (no. 1004), Ahmad (VI/51), Abu Dawud (no. 2881), an-Nasa-i (VI/250), Ibnu Majah (no. 2717), dan al-Baihaqi (IV/62; VI/277-278).

Syaikh al-Albani rahimahullah berkata dalam Ahkâmul-Janâ-iz (hlm. 217), “Redaksi ini milik al-Bukhari di salah satu dari dua riwayatnya, tambahan yang terakhir adalah miliknya dalam riwayat lain. Juga Ibnu Majah dimana tambahan kedua miliknya, sedangkan tambahan pertama milik Muslim.”

0 Shares
2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *